Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2013

Syurga telah kudapat

Bingungnya bukan kepalang Mencari jalan keluar dari jalan buntu ini Di mana harus aku mencari? Dunia ini sudah tidak ada tempat Untuk aku mencari syurga Tuhan, aku sudah mengadu padanya Kawan, tak kudapat jawaban darinya Kemana lagi aku harus bertanya? Disaat tak ada lagi yang bisa aku perbuat di dunia ini Hanya suara tangis syahdu yang keluar dari bibir indah ini Dikala teori sudah hilang dari muka bumi Kemana lagi ilmunya harus kucari? Dikala praktiknya pun sudah tak nampak lagi Kepada siapa aku harus berpanutan? Tidak tenang menghantui hidup Tapi ketika aku teringat sejenak Akan sebuah janji tuhan untuk seorang hamba Akan sosok seseorang yang bisa menbimbingku Untuk meraih syurganya tuhan Sosoknya cantik rupawan, dengan hati yang lembut Aku yakin dia mampu Karena kata tuhan, Syurga dibawah telapak kakinya Maros 29 Januari 2013 23:26 @allie_moe

Ini kah pesta demokrasi?

Gambar
Dari yang miskin ke yang kaya Dari yang compang-camping ke yang berdasi Seperti semut di sautu tempat Memberikan partisipasinya Rasa campur aduk dalam satu wadah Itulah yang dirasakan sebagian mereka Entaah kepada siapa tongkat kepercayaan akan diberikan Diantara sekian pilihan Lihatlah, ajang yang bergengsi ini Mereka bingung dengan kepastian Mereka takut akan jaminan Bahkan sebahagian   tidak peduli dengan semua ini Akhirnya… Tidak jarang uang berjalan dari hulu kehilir Hanya untuk sebuah pilihan Mereka rela menjualnya Ini bukan tentang uang ataupun keuntungan Tapi ini untuk masa depan Untuk kesuksesan yang berarti Yang telah mereka jual kepada makelar Serangan fajar dinanti para rakyat bawah Bahkan rakyat menengah terkadang Impian dan harapan sudah tak bermakna lagi Kepercayaan bukan lagi menjadi jaminan Tapi karena uang, semua jadi Menurut mereka Ini kah pesta demokrasi? dimana semua orang bebas menetukan ara...

Di Kesunyian Malam

Gambar
Di kesunyian malam  di antara gelapnya ruang  kuliat seberkas cahaya  bersinar indah dalam kegelapan   bingung ...   apa itu?   baru aku lihat seperti itu   tak berkedipku melihatnya   mengendap ku mendekat   takutku akan kehilangan cahaya itu  kudekatkan wajahku  dan terlihat jelas dihadapanku   pemandangan indah terpampang  goresan emas disampul   lekukan indah di tulisannya   dengan fasih ku membaca   AL-QUR `ANULKAREEM   teretak rapi dan bersih  diatas sajadah   membentang  menghadap kiblat ku bertakbir  ditengah kesunyian malam  Makassar, 16 Januari 2013 01:34

Ketika Air Berbicara

Karya : Nurul Fitrah Hidayana A Kalian berkompetisi dalam mendirikan pencakar2 langit.   Sahabatku telah berenkarnasi mnjadi bebataan berselimut semen-semen.   Aku tak bisa diarbsobsi lagi dgnnya.   Kalian hanya bisa mengeluh dan membuang musuh-musuhku ke dalam arus aliranku.   Tahu tidak?   ketika aku sudah melabrak bendungan kokoh,   menjelajahi permukiman,   menyusuri aspal dan disiarkan di elektronik bergambar kalian,   Aku sedih..   karena..   aku? kalian abaikan saat kemarau..   memisahkanku dr sahabat arbsobsiku..   Membunuh kawan hijauku..   mengabaikanku..   dan menjadikanku keluhan dalam era penghujan..   Luapan itu bukan salahku..   Hanya sekedar isyarat braile..   Raba dan mengerti perasaanku juga..   Karena aku 'BUKAN' musuh kalian!!