Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2013

TAK TERBESITLAH PADA BAITKU

Karya : Amel Bismillah rajut-rajut asaku terkunci dalam cuil celaku. Masa keduaku kembali di sudut masa ketiga dan pertama. Akankah sungkur matahari akan bersanding dengan bulan? Sedang bulan pun tak ada dalam pose kala penjaban penghulu sakaratul. Bukankah sepotong sore telah menjadi makan malammu. Telah dipetikan sebab malam yang telah memakanmu. Takkanlah syara’ lagi mahkota sang Laila dalam lafaz hijaiyyahku. Sedang Kibasan suci sajdahku menikar jalan imanku pada hitungan menit detik kala. Yakinkah kegelapan akhir takkan menjamah sang putri bermahkota. Percayakah pada malam-malam yang teraniaya waktu terangnya. Yang menjadi salah jihad manusianya di kesalahan tersalah. Sedikit lafaznya menjadi lumuran disecuil jahidnya. Hari itu akan masa pada harinya waktu yang telah bersua pada hatinya. Jiwanya menjadi kering sekering sepadang tanpa seembun darah matahari. Para bayang tanpa bayangpun membayu di angin penuh debunya padang. Inilah yang menjadi kejaran yang tak t...

Terlukis Indah dalam Syurga

Ibu... telah ku pandang wajahmu di wktu tidur... terdapat sinar yg penuh dgn keridhoan... terdapat sinar yg penuh dgn kesabaran... terdapat sinar yg penuh dgn kasih sayang ... terdapat sinar kelelahan karena aku ... ibu... kau menangis krn ku... kau sedih krn ku... kau menderita krn ku... dan kau korbankan segalanya untk ku... ibu... remuk hati ini melihatmu menangis... hancur raga ini melihatmu terluka... ibu...   hanya do'a yg bisa ku persembahkan untkmu... krn jasamu, tiada terbalas... hanya tangisku sebagai saksi, atas rasa cintaku padamu... Jasamu terlukis indah dlm surga... @Maros

Selamat Pagi

Senyummu laksana mentari pagi Memberi terang bagi kegelapan Semua mahluk mengerti Tanpa engkau memberi ucapan Desahhanmu memberi laksana angin pagi Menyengarkan suasana hati Membuat semua mahluk memahami Bahwa semua harus bangkit berdiri Kehadiranmu membuat hati bersemi Laksana bunga dimusim semi membuat semua mahluk menyadari Bahwa begitu besar kasih Ilahi Semua Mahluk mengerti Bahwa pagi akan berganti Bersama hilangnya embun pagi Mengajak mahluk untuk berbenah diri Selamat Pagi kekasih hati.. Kehadiranmu selalu dinanti.. Oleh Semua mahluk diBumi.. Semoga setiap Pagi, kita di berkati Ilahi. By. SomeOne

Keluhanku

Aku suka menulis, aku suka bercerita, tapi aku tidak didukung oleh satu aspek. itulah imajinasiku. aku selalu mengeluh disaat aku membaca berbagai artikel,atau cerita,, puisi, dll. aku seakan terbatas dengan imajinasiku, aku seakan terbatas untuk merangkai kata dengan sedemikian rupa bagusnya. Aku terkadang iri dengan wanita, ketika wanita mengukir kata-kata, katanya itu sangat indah, dengan majas yang pas. sedikit dari laki-laki yang bisa menjadi sastrawan menurutku. setiap kali aku ingin berimajinasi, susah rasanya. susah aku rangkai dari sekian banyak kata-kata kiasan menjadi suatu cerita yang indah dengan kiasan dan majasnya. aku harus mengasahnya lagi. tapi tetap saja rasa iri itu selalu ada kepada mereka yang begitu gampang merangkai kata. padahal, apa bedanya mereka denganku? keiriranku masih mengiringi jemariku saat menuliskan keluhanku ini. rasa itu menari-nari di depan layar Netbook, dengan ejekan "kalahkan aku kalau bisa". Aaarggghhh, begitu sulitnya aku m...

Air Mata Sahabat

Gambar
oleh : Ahmad Fachri M Sulit untuk mengunggkap tabir yang telah terjadi antara kita Kisah demi kisah, kenangan demi kenangan telah terukir dalam kanvas kehidupan Begitu banyak goresan yang terkikis di atas kanvas ini Goresan kasar menandakan penderitaan, kesedihan, dan segala jenis duka Goresan halur menandakan kebahagiaan, isak tangis haru dan segala jenis suka Tak disangka tak diduga, kanvas kini kuukir dengan air mata sahabat Tak ada lagi goresan tinta suka dan duka yang terlukis di kehidupan Hanya air matalah pengganti semua, yang penuh dengan kerinduan akan goresan sebenarnya Pelukis kanvas ini telah pergi, hanya tersisa aku dengan tinta air mataku Aku menunggu… Kanvas yang mulai kusam berdebu tanpa hiasan diatasnya Mencari dan menunggu kehadiran sipelukis kehidupan ini Kanvas berkata.. “Aku tidak bisa hidup hanya dengan air mata sahabat, aku harus hidup dengan sahabat itu sendiri” Untuk sahabatku, @Perpus Smansa, Maros 04 April 2013...

PENUNTUNKU

By @allie_moe @Makassar   19:03 Kasih sayang tak berhenti mengucur Cinta tulus tak pernah berhenti kuterima Dengan segenap jiwa raga di pertaruhkan Dengan ikhlas pula kau melakukan Tak terhitung segala-galanya Tetesan keringat yang telah mengucur Waktu yang telah kau luangkan untukku Bahkan mungkin, Air mata yang mengalir mebesahi pipi indahmu Dibarengi ukiran senyum nan mempesona Darimu aku belajar sesuatu Bagaimana aku melajang sebatang kara Bagaimana aku merana kesusahan Bagaimana aku menyikapi kehidupan Bagaimana aku bisa membahagiakanmu Telah kau laksanakan tugas mulia ini Kau jadikan aku orang yang punya hati Kau jadikan aku orang yang berbudi Kau jadikan aku orang yang mengerti arti sosok dirimu Berakhirlah masa kau tuntun diriku Berakhirlah masa kau bahagiakan diriku Berakhirlah masa kau tampung diriku dalam bahteramu Kini saatnya diriku yang menuntunmu Kini saatnya diriku yang membahagiaanmu Dan kini saatn...