Air Mata Sahabat
oleh : Ahmad
Fachri M
Sulit
untuk mengunggkap tabir yang telah terjadi antara kita
Kisah
demi kisah, kenangan demi kenangan telah terukir dalam kanvas kehidupan
Begitu
banyak goresan yang terkikis di atas kanvas ini
Goresan
kasar menandakan penderitaan, kesedihan, dan segala jenis duka
Goresan
halur menandakan kebahagiaan, isak tangis haru dan segala jenis suka
Tak
disangka tak diduga, kanvas kini kuukir dengan air mata sahabat
Tak ada
lagi goresan tinta suka dan duka yang terlukis di kehidupan
Hanya air
matalah pengganti semua, yang penuh dengan kerinduan akan goresan sebenarnya
Pelukis
kanvas ini telah pergi, hanya tersisa aku dengan tinta air mataku
Aku
menunggu…
Kanvas
yang mulai kusam berdebu tanpa hiasan diatasnya
Mencari
dan menunggu kehadiran sipelukis kehidupan ini
Kanvas
berkata..
“Aku
tidak bisa hidup hanya dengan air mata sahabat, aku harus hidup dengan sahabat
itu sendiri”
Untuk
sahabatku, @Perpus Smansa, Maros 04 April 2013 10.54 WITA
Merinding saya bacanya kak.
BalasHapusSaya pun begitu...
BalasHapusSatu lagi insprasi saya untuk tetap menjalin ukhuwah dengan sahabat saya.
BalasHapus