Muhasabah

Aku bersyukur atas kesadaran yang melanda diri ini. Bagaimana tidak, hari-hari yang selama ini kujalani semakin membuatku jauh dariNya. Urusan dunia yang katanya termasuk ibadah atau kerja dakwah malah membuatku selalu masbuh (terlambat) dalam ibadahku. Siapa yang harus aku salahkan? Ya, aku yang salah. Aku yang tak dapat mengontrol kerja-kerja ku selama ini. Yang membuatku semakin bingung adalah, kenapa kerja dakwah yang kulakukan malah memberikan penurunan kualitas ibadah dalam keseharianku. Semakin menambah rasa bersalahku kepadaNya. Ingin rasanya hidup ini ibadah saja yang kulakulan demi membalas segala kesalahan yang kecil menurut orang-orang.

Kesalahan lain adalah, kesalah yang selalu terulang dalam kehidupanku. Entah itu dalam jangka sebulan, seminggu, atau bahkan hanya berjarak sehari lalu terjadi lagi kesalahan. Sepertinya taubat yang selalu kulakukan tidak punya landasan niat yang tulus. Siapa lagi yang salah? Ya, lagi-lagi ini kesalahanku.

Mungkin diantara kalian bertanya, kenapa saya mesti memaparkan aib ku sendiri. Tidak lain bahwa inilah diriku. Aku bukan orang yang sempurna untuk dijadikan teladan. Sangat tidak pantas. Bahkan aku merasa saran-saran yang pernah kulontarkan adalah perkataan yang tidak bermafaat. Dan tidak lain, kuingatkan dan ku sampaikan kepada teman sekalian, bahwa luruskan niat kita. Secuil saja niat yang melenceng, maka akan menimbulkan ketidak sesuaian dengan harapan kita. Mari perbaiki niat kita sobat, kita tidak pernah tau bahkan sadar kalau niat kita telah melenceng.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Cela Tanpa Karya Nyata

Satu Kekuatan

Gadis Pecinta Musik & Nyanyian Itu Tewas dalam Posisi Menari