Boleh Kuminta Bajumu?

Bukan menjadi waktu yang singkat
Demi Menunggu waktu itu...
Butuh satu tahun harapan menggantung
Yang tak kunjung dapat kejelasan itu

Namun bodohnya aku,
Kuharapkan itu bertahun-tahun
Dari mereka yang punya
Bahkan tak rela membaginya

Setiap tahun, mataku berbisik
Kakak, bolehkah kuminta bajumu yg bagus itu?
Aku ingin rasakan apa yang kakak rasakan
Aku ingin berada disana meski namaku tak ada

Kakak, boleh kuminta bajumu?
Setiap tahun kutatap baju seragammu
Berharap akupun bisa memakainya suatu saat
Namun, hatimu lebih rela memajangnya
Dengan penuh coretan yang tidak jelas itu
Padahal aku merintih mengharapkannya

Kakak, boleh kuminta bajumu itu?
Aku ingin sekolah sepertimu
Aku ingin pintar sepertimu
Aku ingin masuk ke gedung ilmu itu
Agar nasibku tak selamanya begini

Kakak, mataku berbisik setiap tahunnya
Andai bajumu itu untukku,
Aku tak perlu habiskan waktuku di perapatan
Mengaung kelaparan di jendela tak berperasaan

Uangku tak pernah cukup kak,
Untuk ditukar dengan seragam seperti punyamu
Baju putih nampak suci
Bawahan abu-abu nampak selaras
Untuk orang pendidikan sepertimu
Mungkin aku tak akan pernah pantas
Memakainya walau cuma simbol
Karena aku cuma pekerja jalanan

-------------------
Maros, 20 Mei 2014
*dari peristiwa kelulusan siswa SMA seluruh Indonesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Cela Tanpa Karya Nyata

Satu Kekuatan

Gadis Pecinta Musik & Nyanyian Itu Tewas dalam Posisi Menari