Ikhlaskah Saya?

https://anangnurcahyo.files.wordpress.com/2011/05/ikhlas.jpg

Kata yang nampak namun mengartikan sesuatu yang tidak nampak. Itulah arti ikhlas menurutku. Dimana semua hal yang saya lakukan tidak harus menuntut hasil. Bahkan dalam menuliskan tulisan ini sebagai bahan pengingat untuk saya dan untuk teman sekalian, saya kadang sulit menyimpulkan apakah saya ikhlas menyampaikan ini atau karena ada niat lain?

"Semua amalan tergantung pada niatnya..."
Begitulah kira-kira potongan sabda Rasulullah SAW. Susahnya menjaga keikhlasan dalam melakukan suatu hal membuat hati kita semakin tercemar dengan niat-niat yang tidak pada tempatnya. Rasulullah SAW berkata bahwa seseorang yang hijrah karna niatnya untuk suatu hal maka dia akan mendapatkan hal itu dan tidak lebih dari itu. Kalaupun saya menuliskan tulisan ini untuk mendapatkan pujian dan sanjungan orang lain, sayapun mungkin bisa mendapatkan itu juga. Tapi saya tidak mendapatkan yang lebih dari itu. Namun ikhlaskah saya?

Ketika kita melakukan sebuah amalan, untuk siapa amalan itu kita tujukan? Untuk Allah kah? Lalu untuk apa kita persembahkan amalan tersebut untuk Allah? Apakah hanya untuk mendapat Syurga? Kalau begitu kita lagi-lagi belum ikhlas. Saya bukan pakar yang mampu  menjabarkan bagaimana hakikat keihklasan itu sendiri. Namun banyak orang yang mengatakan bahwa ikhlas itu seperti salah satu Surat di dalam Al-Quran yaitu Al-Ikhlas yang dimana didalamnya tidak terdapat kata ikhlas. Namanya surahnya saja yang ada kata ikhlas, tapi di dalamnya tidak menyebutnya sama sekali.

Sangat sulit rasanya memurnikan niat-niat kita dalam ibadah dan aktivitas kita. Selalu saja terkandung niat-niat kotor. Belum lagi kalau amalan kita sudah sampai kepada riya' (pamer). Semoga kita terhindar dari itu. Lantas bagaimana untuk menjaga kemurnian niat kita sebagai wujud ikhlasnya kita beribadah? Saya tak bisa menjawabnya. Karena saya pribadi masih sering tenggelam dalam amalan-amalan yang belum ikhlas sepenuhnya. Namun satu hal yang sering saya dengar dan saya amalkan adalah, PERBAHARUI NIAT. Selama saya belum tahu banyak hakikat ikhlas, pembaruan niat senantiasa saya lakukan untuk menjaga kemurnian amaliah. Semoga kita senantiasa ikhlas dalam ibadah dan amalan, dan selalulah pertanyakan "Ikhlas kah saya?"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Cela Tanpa Karya Nyata

Satu Kekuatan

Gadis Pecinta Musik & Nyanyian Itu Tewas dalam Posisi Menari