PELANGIKU
Dikala mentari masih malu-malu menampakkan dirinya
Dikala awan gelap beum berevolusi menjadi putih
Aku masih termenung, masih terus menatapnya
Berharap semua kembali normal
Dibalik jendela ini, dinding yang transparan ini
titik air hujan masih jelas sekali
Uap dinginnya ruangan ini masih jelas
Terpampang di diniding transparan itu
Aku menerewanag jauh keluar
Mencari-cari dimana lengkungan berwarna warni itu
Hampir dengan rasa putus asa mencari
Berlari aku keluar
Menerawang diluar jangkauan didinding transparan
Tapi yang kulihat cuma gelap
Tidak ada cahaya kuning pekat
Tidak ada langit biru indah itu
Kurebahkan raga yang telah layu akan keputus asaan
Tetap menatap langit yang tak pasti akan berubah atau tidak
Semua akan indah pda waktunya
Itu yang aku tahu
Kembali aku termenung bersedih
Di balik dinding transparan yang masih basah itu
Dan secercah cahaya menembus didinding itu
Dan kutatap secara seksama
Uap air kini sudah semakin menghilang dari pandanganku
Awan gelap itu kini berevolusi menjadi putih pekat bajuku
Mencoa menerawang auh untuk kesekian kalinya
Kini kulihat cahaya warna-warni yang indah itu walau tak jelas
Dan kutahu pasti itulah PELANGIKU
Mengintip dari balik awan putih ke abu-abuan
Lengkungannya menjadikan senyuman diwajahku
Terimakasih PELANGIKU..
Kamu lah senyumku
Selalulah hadir dalamsetiap waktuku.
@allie_moe
Kamis, 13 Juni 2013 09.00 WITA
Asrama HPPMI Maros, Makasssar, Indonesia.

Komentar
Posting Komentar