Untukmu Teman

 



Teman, dulu senyummu masih terukir
dulu, tawamu masih kami dengar
dulu, candaanmu membuat kami tertawa terbahak-bahak
dulu, kamu selalu bersama kami
dulu, tangan ini masih selalu menggenggam tanganmu
mengeratkan hubungan diantara kita

Kini, kamu susah ditemui,
Senyummu susah dijumpai
Tawa dan candaanmu susah di rasakan
Taganmu, kini tidak pernah lagi bersatu dalam dekapan kami

Dimanakah dirimu teman?
Apakah yang menghalangimu teman?
Kamu begitu berarti disisi kami
Senyumanmu menyemangatkan kami
Senyumanmu menjadi penanda kebahagiaan kamu dan kami
Kata-katamu menjadi Alasan kami bahagia

Tanpamu kami rapuh
Tanpamu kami tak bisa mengungkapkan apa-apa
Dirimu kami nantikan teman
Teman, ketika kamu membaca ini
Rasakanlah betapa kami merindukanmu
Dingin, panas, sudah  kami lalui demi penantian ini
Ketahuilah,
Kami selalu untukmu, Teman

Maros, 28 Juni 2013 21.00 WITA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Cela Tanpa Karya Nyata

Satu Kekuatan

Gadis Pecinta Musik & Nyanyian Itu Tewas dalam Posisi Menari